Lets's See The Merlion
Hari kedua di negara Singa, diawali dengan bangun pagi dan wiskul mencari sarapan. Pilihan jatuh ke roti cane atau roti tawar dan off course teh tarik. Jadilah kami makan pagi di resto khas India. Menunya ada nasi briyayi, murtabak (penampakannya sih mirip martabak), tauhu goreng (mungkin maksudnya tahu goreng) dan Masala Dosa.
Penasaran sama "masala dosa", ternyata ini penampakannya. Kulit pastri (rasanya mirip roti maryam), diisi sama daging dengan bumbu khas India yang tajam ditambah 3 macam kuah kari. Kulit crispy-nya enak lho, tapi isian-nya ga habis, bumbunya too strong, even for me:).
Di Minggu pagi, ternyata banyak orang yg sekadar jogging di pinggir jalan dan bersepeda, termasuk bule.
Disini kayanya bule biasa banget, jadi mereka juga santai aja mingle dengan lainnya. Jadi nyadar deh, kalau di negri kita, bule tuh makhluk spesial sampai perlakukannya juga beda.
Padi hari disini, udaharanya masih segar lho. Walau singapura penuh dengan gedung pencakar langit, tetap aja ruang hijaun dan suasananya menunjang (walau ga ada car free day). Pohon2nya rindang dan yang jelas jalanan lenggang ga macet ya..
Selanjut, menuju apa lagi yang paling terkenal di Singapura, selain ..... patung singa "The Merlion". Kami naik MRT ke pusat kota, menyusuri sungai dan jembatan. Sebelum ke Merlion, foto dulu didepan Asian Civilisation Museum. Sayangnya, cuara mendung dan gerimis. Jadi fotonya kurang menyenangkan, ga bisa lihat statue2 dipinggiran sungai dan kurang bright deh. Berhubung waktu yg singkat, kami tetap keep on schedule. Walau gerimis, ga ada payung, masih bisa lari hehehe. Mumpung masih pagi, olah raga dulu yak...
Setelah melewati terowongan dan jembatan, sampailah kita di lokasi. Ternyata si merlion ini, ada didekat sungai di bagian lain, disebelah gedung2 yang dilihat sebelumnya, disebrang helix brigde. Selain giant Merlion, dibelakangnya ada miniaturnya lho. Mungil dan anak2 pasti lebih suka si Merli Mini daripada yang aslinya. Pose favorit foto disini ternyata keramas atau minum airnya Merlion, bisa juga pura2 mengangkat casino boat atau latar belakang opera house. Semua pose sudah dicoba hehehe...
Setelah puas photo2 dan alhamdullillah mendungnya sedikit demi sedikit hilang, kami naik Singapore River Cruise. See the city from the river...... Di perahu yang menyusuri sungai, dimana tiap perahu ada digital guidenya - jadi kita bisa santai sambil mendengarkan suara tentang sejarah Singapura dan gedung2 disekitaran sungai. Sungainya bersih dan bahkan sampai dikolong jembatan pun ga ada sarang laba2.
Benar2 city walking. Setelah tujuan tercapai "foto di patung singa", saatnya kembali ke airport dan menuju te tempat berikutnya. Kali ini menyusuri jembatan yang berbeda dari sebelumnya, melewati opera house, gedung parlemen bahkan tugu pahlawan-nya Singapura.
Sebelum pulang, kami mampir di mall khusus IT, melihat latest gadget yang ada.. ada Nokia Lumia, Ipad Mini, Samsung GalaxyNote terbaru, Acer notebook dengan layar sentuh dan lainnya yg bikin mupeng.
Spesial thanks untuk Uda yang udah jadi guide dan sponsor city tour Singapore 2012. Semoga tambah banyak dan barokah rezekinya, Mudah2an suatu saat bisa kesini lagi tapi with Nu, Al dan ayah.
Narsis lagi ah.. peace..!!!
Wednesday, January 09, 2013
Monday, December 31, 2012
Enjoy Singapore 2012 - part 1
Let's have fun and holiday
Pertengahan November 2012, Bunda berkesempatan mengunjungi pak Tuo di Singapura. Sebenarnya udah lama pak tuo disana, hampir 8 tahun sepertinya. Ini yg kedua kalinya bun mampir dalam perjalanan transit, alhamdulillah kunjungan kali ini bisa menginap semalam di Pasir Ris. Suasana di Singapura walaupun November, tapi pernik pernik Natal dan suasana liburan sdh terasa banget. Mudah2an next bisa kesini dengan ayah, Nu dan Al.
Pertengahan November 2012, Bunda berkesempatan mengunjungi pak Tuo di Singapura. Sebenarnya udah lama pak tuo disana, hampir 8 tahun sepertinya. Ini yg kedua kalinya bun mampir dalam perjalanan transit, alhamdulillah kunjungan kali ini bisa menginap semalam di Pasir Ris. Suasana di Singapura walaupun November, tapi pernik pernik Natal dan suasana liburan sdh terasa banget. Mudah2an next bisa kesini dengan ayah, Nu dan Al.
Tujuan pertama tentu saja Orchad Road yang ruamee... banget dan penuh dengan pusat perbelanjaan. Any kind brand kayanya ada disana. Jadi kami menyusuri jalan dari ujung sampai ujung lagi. Ada banyak photo both dan street artis disepanjang jalan. Diantara ya King and Queen ygn difoto ini. Bun sempat masuk kesalah satu mall, ke counternya Bally dan berfoto dengan patung marmer panda (ternyata si panda ini adalah maskot Singapore Zoo). Di counternya LV, malahan orang2 masuk aja harus antri, kayanya mereka membatasi jumlah orang yg ada didalam toko demi menjaga kenyamanan pelangan. Servisenya hebat !!!
Ini street artistnya orchad yang sdh masuk koran. Orangnya tua banget ya dan banyak lho yg lihat dan ngasih uang. Jadi si pak tua ini hulahup rantai kayu di tangan, leher dan pinggangnya. Nah latar belakang foto ada bis tingkat. Seru juga naik bis ini, kalau bisa naik yg atas, paling depan:)
Ada mesjid juga lho Orchad ini. Setelah puas jalan2, kami sholat di mesjid dan bersiap untuk ke Singapore Flyer. Mesjidnya ini jangan dibayangkan kaya mesjid di Indonesia yang ada kubahnya dan microphone. Jadi mesjid ini ada di lantai satu sebuah gedung.. Walaupun demikian tetap nyaman untuk beribadah. Dann... ga ada orang lagi tiduran di mesjid lho... hehe
Duh enak banget nih yg bisa jalan2......
Tujuan berikutnya adalah Singapore Flyer. Oh iya kemana-mana, kita cukup naik MRT dan bis saja. Dari Orchard ke Singapore Flyer kami naik bis (di halte, kita bisa melihat nomor bis yg menuju kesana), jadi cukup simple dan ga pake nyasar.
Sebelum ke Flyer, kita mampir dulu ke Helix Brigde dan photo2 disekitar sungai dan casinonya Singapura. Ga masuk casino sih, cuma lihat2 aja dari jauh. Sama Uda sih ditawarin masuk lihat2, free buat turis kalau yg minat masuk. Pejalan kaki di negeri singa ini bener2 dihargai. Jadi Helix Bridge (jembatan DNA) ini ditujukan untuk pejalan kaki. Kalo di negri sendiri udah penuh sama pedagang kaki lima sama motor kali ya..... Sungainya juga bersih dari sampah dan emang terasa 'city'-nya. Ga ada kawasan kumuh dan ga ada pengemis atau pengamen di perempatan jalan.
Pertama kali bayangan akan Singapore Flyer ya tentu saja yg seperti di Dufan itu. Tapi ini beda lho. Jadi memang lebih gede ada kapsulnya, muternya sekitar 45 menitan. Klaimnya "world's largest giant observation wheel". Oh iya di Flyer ini, kita bisa romantic dinner (tapi pesen dulu) dan bisa bikin acara ultah atau acara seru-seruan didalam. Kreatif banget ya promosinya. Kebetulan pas naik, hari sdh malam, jadi city view from above is so wonderfull.
Nah kelihatan dari atas, helixnya udah kaya DNA beneran kan.
Gedung pencakar langitnya juga full dengan kerlip lampu... Dan jalanannya lancar, ga kelihatan macet...
Semoga kedepannya kota2 diIndonesia bisa seperti ini ya....
Rupanya diedisi ini, si Flyer berubah menjadi world's largest cristmast tree. Oh iya, didalam fyer ini ada juga semacam museum kecil tentang sejarah singapura. Jadi ada photo2 before and after, dimana foto tahun jadul disandingkan dengan photo masa kini. Sehingga kita bisa melihat perkembangan Singapur. Terus juga dijelaskan secara detail pembangunan Flyer misal jumlah kabel dan kapsul.
Nah sekian dulu edisi pertama. Lanjut ke part 2 di posting berikutnya. Narsis dulu boleh dong.....
Ini street artistnya orchad yang sdh masuk koran. Orangnya tua banget ya dan banyak lho yg lihat dan ngasih uang. Jadi si pak tua ini hulahup rantai kayu di tangan, leher dan pinggangnya. Nah latar belakang foto ada bis tingkat. Seru juga naik bis ini, kalau bisa naik yg atas, paling depan:)
Ada mesjid juga lho Orchad ini. Setelah puas jalan2, kami sholat di mesjid dan bersiap untuk ke Singapore Flyer. Mesjidnya ini jangan dibayangkan kaya mesjid di Indonesia yang ada kubahnya dan microphone. Jadi mesjid ini ada di lantai satu sebuah gedung.. Walaupun demikian tetap nyaman untuk beribadah. Dann... ga ada orang lagi tiduran di mesjid lho... hehe
Duh enak banget nih yg bisa jalan2......
Tujuan berikutnya adalah Singapore Flyer. Oh iya kemana-mana, kita cukup naik MRT dan bis saja. Dari Orchard ke Singapore Flyer kami naik bis (di halte, kita bisa melihat nomor bis yg menuju kesana), jadi cukup simple dan ga pake nyasar.
Sebelum ke Flyer, kita mampir dulu ke Helix Brigde dan photo2 disekitar sungai dan casinonya Singapura. Ga masuk casino sih, cuma lihat2 aja dari jauh. Sama Uda sih ditawarin masuk lihat2, free buat turis kalau yg minat masuk. Pejalan kaki di negeri singa ini bener2 dihargai. Jadi Helix Bridge (jembatan DNA) ini ditujukan untuk pejalan kaki. Kalo di negri sendiri udah penuh sama pedagang kaki lima sama motor kali ya..... Sungainya juga bersih dari sampah dan emang terasa 'city'-nya. Ga ada kawasan kumuh dan ga ada pengemis atau pengamen di perempatan jalan.
Nah ini suasana di dalam jembatan. Ada lampu2nya dan menarik banget untuk ditelusuri. Tuh anak kecil aja juga suka lho nguber lampu didalam jembatan. Kalau hujan ga kehujanan dan kalau panas ga kepanasan, ada tutupnya.
Pertama kali bayangan akan Singapore Flyer ya tentu saja yg seperti di Dufan itu. Tapi ini beda lho. Jadi memang lebih gede ada kapsulnya, muternya sekitar 45 menitan. Klaimnya "world's largest giant observation wheel". Oh iya di Flyer ini, kita bisa romantic dinner (tapi pesen dulu) dan bisa bikin acara ultah atau acara seru-seruan didalam. Kreatif banget ya promosinya. Kebetulan pas naik, hari sdh malam, jadi city view from above is so wonderfull.
Nah kelihatan dari atas, helixnya udah kaya DNA beneran kan.
Gedung pencakar langitnya juga full dengan kerlip lampu... Dan jalanannya lancar, ga kelihatan macet...
Semoga kedepannya kota2 diIndonesia bisa seperti ini ya....
Rupanya diedisi ini, si Flyer berubah menjadi world's largest cristmast tree. Oh iya, didalam fyer ini ada juga semacam museum kecil tentang sejarah singapura. Jadi ada photo2 before and after, dimana foto tahun jadul disandingkan dengan photo masa kini. Sehingga kita bisa melihat perkembangan Singapur. Terus juga dijelaskan secara detail pembangunan Flyer misal jumlah kabel dan kapsul.
Nah sekian dulu edisi pertama. Lanjut ke part 2 di posting berikutnya. Narsis dulu boleh dong.....
Label:
Artikel,
Liburan,
Traveling story
Thursday, October 25, 2012
Somewhere In China
Somewhere in China
It was started with this little problem in one of our Chinese'suplier (ok.. not that little), management decide to send someone to this trouble maker and fix them. Fortunately (or unfortunately) I am the chosen one. My passport was nearly expired so took two days to re-new it and I had no change to apply visa. Ok.. I was worry but let's not get panic.
My morning flight was OK and on time, I arrived in Hongkong safely, took ferry to mainland and apply visa arrival without any issue at all. Upon my arrival in hotel, my favourite project manager who gave us this little problem picked me up for dinner. We did have a nice Italian dinner somewhere in China... can not imangine, somedday I was in my small city in Indonesia and the other day in other country. How lucky me...this experience will not happened everyday, right.
I spent the first day at mainland in factory, it was nice Chinese factory (with a lot of expart, one of them is nice looking), they have good machine, good system, good people to work and they was not too difficult to be fixed. Really happy with their effort and appreciated their nice welcoming and hospitality.
Since problem was solved, so I decide to visit another supplier with my beautiful coulague. We manage to see the facility, can not compare at all with the first one. In the night we have a lovely Chinese traditional dinner. I am quite OK with this travelling. EXCEPT the fact I can not go to sight seeing in Hongkong while waiting for my long flight time to Surabaya:(
Gosh... need to handle this more properly in future.....
It was started with this little problem in one of our Chinese'suplier (ok.. not that little), management decide to send someone to this trouble maker and fix them. Fortunately (or unfortunately) I am the chosen one. My passport was nearly expired so took two days to re-new it and I had no change to apply visa. Ok.. I was worry but let's not get panic.
My morning flight was OK and on time, I arrived in Hongkong safely, took ferry to mainland and apply visa arrival without any issue at all. Upon my arrival in hotel, my favourite project manager who gave us this little problem picked me up for dinner. We did have a nice Italian dinner somewhere in China... can not imangine, somedday I was in my small city in Indonesia and the other day in other country. How lucky me...this experience will not happened everyday, right.
I spent the first day at mainland in factory, it was nice Chinese factory (with a lot of expart, one of them is nice looking), they have good machine, good system, good people to work and they was not too difficult to be fixed. Really happy with their effort and appreciated their nice welcoming and hospitality.
Since problem was solved, so I decide to visit another supplier with my beautiful coulague. We manage to see the facility, can not compare at all with the first one. In the night we have a lovely Chinese traditional dinner. I am quite OK with this travelling. EXCEPT the fact I can not go to sight seeing in Hongkong while waiting for my long flight time to Surabaya:(
Gosh... need to handle this more properly in future.....
Saturday, August 18, 2012
Lidah Kucing Pelangi
Udah lama banget ga perrnah updated blog. Meramaikan Even NCC Rainbow Week, mumpug lagi bikin, sekalian narsis:)
Halo Ibu host Pelangi yang ceria,
Ga mau ketinggalan sama yang lainnya, hari ini bikin juga lidah kucing pelangi. Bikinnya lebih lama dan lebih ribet. Tapi hasilnya cantik. Aku pakai resep-nya m’lia dapur gue, biasanya tiap tahun aku bikin pakai resep ini dengan tambahan coco chips, tapi tahun ini ikut trend, ganti haluan ke rainbow.
Aku pakai pewarna hakiki
Lidah Kucing Pelangi
Resep: diambil dari blog M’Lia (dapur gue)
Bahan:
150 gr margarin (pakai blueband)
100 gr butter (pakai hollman)
200 gr gula halus
100 ml putih telur
1 sdt vanilla essence
Ayak jadi satu:
200 gr terigu protein rendah
50 gr maizena
Cara:
Kocok margarin, mentega dan gula sampe lembut, putih dan mengembang (sekitar 5 menitan). Masukin putih telur dan vanilla sambil terus dikocok sampe menyatu.
Masukin campuran tepung sambil diaduk sampe bener2 rata. Bagi adonan menjadi 6, masukin pastry bag yang dipasangin spuit polos (ato ujungnya digunting).
Spuit diatas loyang khusus lidah kucing, oven suhu rendah selama 40 menit. Keluarkan dari oven, dinginkan dan simpan di toples kedap udara.
150 gr margarin (pakai blueband)
100 gr butter (pakai hollman)
200 gr gula halus
100 ml putih telur
1 sdt vanilla essence
Ayak jadi satu:
200 gr terigu protein rendah
50 gr maizena
Cara:
Kocok margarin, mentega dan gula sampe lembut, putih dan mengembang (sekitar 5 menitan). Masukin putih telur dan vanilla sambil terus dikocok sampe menyatu.
Masukin campuran tepung sambil diaduk sampe bener2 rata. Bagi adonan menjadi 6, masukin pastry bag yang dipasangin spuit polos (ato ujungnya digunting).
Spuit diatas loyang khusus lidah kucing, oven suhu rendah selama 40 menit. Keluarkan dari oven, dinginkan dan simpan di toples kedap udara.
Salam,
Rita Desyanti
Monday, April 23, 2012
Semarang in 2 days
Cuti bersama ke-2 ditahun 2012 ini, Jumat Sabtu dan Minggu di wk 12
bertepatan dengan Gatnas Bigreds di Semarang. Jadi ceritanya jauh2 hari ayah
udah ngajakin dan alhamdillah pas ada cuti jadilah sekeluarga berlibur ke
Semarang, yeah.... holiday holiday holiday....
Hari Kamis malam Nuha dan Bunda sudah siap packing, Nuha bawa PR
kumonnya dan LKS, Bunda bawa baju segambreng, peralatan mandi dan renang,
termos, tidak lupa peralatan makan dan botolnya Adek. Jum'at pagi jam 8 kami
berangkat dari Sidoarjo. Berhenti di lamongan untuk sarapan dan lanjut sampai
di hotel jam 4 sore.
Kami bermalam di Hotel
Panandaran, hotelnya nice, ada kolam renangnya dan sarapannya cukup
enak. Nuha dan Varo betah dan kalau ke Semarang lagi, minta nginep di hotel
yang sama. Liburan kali ini kami ke kompleks Candi Gedong Songo, Lawang Sewu,
Masjid Agung Semarang dan Masjid Demak.
Setelah dari Gedong Songo kami turun ke Semarang menuju Lawang Sewu, dalam bahasa Indonesia artinya seribu pintu. Bukan karena jumlahnya seribu beneran sih, tapi lebih karena bangunanini banyak pintunya. Adek ga masuk, akhirnya berfoto diluar bangunan saja. Mungkin benar kata orang kalau anak kecil bisa 'melihat', dari nuansa-nya saja, sudah kelihatan kalau bangunan ini seram dan angker.
Hari berikutnya sebelum kembali ke Sidoarjo, kami mampir ke mesjid agung Semarang dan mesjid Demak. Liburan kali ini super menyenangkan bagi Nuha dan Varo terutama di bagian menginap di hotel dan berenang tiap hari. Trus wisata kulinernya almost ga sempat, tapi bukan berarti ga ada, kita sempat beli ayam goreng, lumpia semarang, tahu dan tempe khas semarang....
Thursday, March 08, 2012
Latbar Food Photographi Food Monster Surabaya January 2012
Sebenarnya latbar ini udah lama banget tapi karena sekarang jarang nge-blog, baru sempat upload fotonya dan sedikit cerita. Dari dulu penasaran banget gimana caranya bisa bikin foto2 yang kaya di majalah, yang dari fotonya aja udah kelihatan enak, kelihatan segar, kelihatan krispi menggiurkan, indah dan so on....
Tutor latbar kali ini adalah chef May Irianti (dapur Mae), yang emang blognya cantik dan artistik banget.
Melalui latbar ini kita diajak mengenal kamera masing2 (aku pakai kamera saku biasa aja), basic photographi, komposisi dan food fotographi... Bagiku sih ribet ngerti-nya, untungnya bu guru Mae berbaik hati menyiapkan materi dan praktek jadi orang awam seperti saya ini bisa menangkap dikit-dikit...
Untuk basic photographi (nah ini teorinya-agak lier juga supaya bisa paham), kita diajak memahami focus kamera - depht of field dan pencahayaan - exposure (aperture, shutter speed dan ISO). Ini pertama kalinya aku pakai kamera ga auto, he he he, ketahuan deh.... Dan hasilnya langsung buram sodara-sodara.... wk wk wk.. Untunglah ada guru dan teman lainnya untuk saling berbagi trik dan pengalaman.
Tips pamungkas dari bu guru:
1/. Kenali kamera masing-masing
2/. Maksimalkan fungsi kamera
3/. Maksimalkan fungsi optical zoom (untuk sya yg pake kamera saku-ini berguna untuk efek blur)
4/. Gunakan reflektor
5/. Perdalam ilmu dan banyak latihan
Ucapan terima kasih tak terhingga untuk chef Mae, Mods FM, Monster semuanya yang potlucknya selalu enak-enak dan tuan rumah Nadira..... Rumahnya nyaman banget...See you again next latbar...
Tuesday, March 06, 2012
Saturday, December 10, 2011
Dorayaki Bogasari
Salah satu bekal NUha sekolah akhir-akhir ini dan memberdayakan si cetakan kue lumpur resep Dorayaki. Jadi inget Doraemon dan Nobita
DORAYAKI
Recipe : Bogasari
Bahan dan Bumbu :
- 3 butir telur ayam
- 150 gram gula pasir
- 80 gram air
- 150 gram terigu Kunci Biru
- 1/2 sendok teh soda kue
- 1/2 sendok teh vanille
Cara Memasak :
- Telur dan gula dikocok sampai mekar.
- Masukkan air sedikit demi sedikit.
- Campur terigu, soda kue dan vanille, lalu masukkan ke dalam kocokan telur.
- Panggang di cetakan kue lumpur sampai matang.
- Setelah matang ambil dua buah kue, tengahnya isi dengan coklat, selai
strawberry sesuai selera
Dorayaki ini juga bisa dibuat dengan rasa pandan yg wangi dan rasanya juga enak
Tuesday, December 06, 2011
Latbar Foodmonster 12 Nopember 2011
Tema Latbar kali ini adalah ayam kodok dengan chef Mira sebagai gurunya.. Sebenarnya aku sih udah pernah kursus tapi...... berhubung peserta latbarnya cuma sedikit dan penasaran sama metodenya mbak Mira... aku putuskan untuk ikut...
Hasilnya sangat memuaskan.... Walaupun diovennya lebih lama, tapi lebih crispi dan lebih enak... Saosnya pun lebih enak dari yang biasanya aku bikin.... Love "the power of sharing"...
Thanks ya untuk para Mods dan Mons semua
Hasilnya sangat memuaskan.... Walaupun diovennya lebih lama, tapi lebih crispi dan lebih enak... Saosnya pun lebih enak dari yang biasanya aku bikin.... Love "the power of sharing"...
Thanks ya untuk para Mods dan Mons semua
Saturday, December 03, 2011
Poffertjes
Penasaran sama si loyang lumpur yang lengket2 terus, dicobalah resep lain yaitu poffertjes.... Cocok untuk bekal anak sekolah. Nah ini resepnya
Poffertjes
Bahan:
200 gr Tepung terigu
50 gr Tepung Maizena
1 bks Ragi instan
2 butir Telur
50 gr Gula
1/2 sdt Garam
300 ml Susu cair
25 gr Margarin, dicairkan
Isian:
Choco chips dan keju potong kotak kecil-kecil
Cara membuat:
1. Campur tepung terigu, maizena, gula, garam dan ragi instan, aduk rata
2. Campurkan telur dan sebagian susu sedikit demi sedikit, aduk hingga rata dan licin.
3. Masukkan mentega cair, aduk hingga rata.
4. Diamkan adonan kurang lebih 1 jam.
5. Setelah adonan mengembang kemudian tuang dalam cetakan yang telah dipanaskan terlebih
dahulu.
6. Masukkan potongan keju atau choco chips ke dalam tiap adonan yang dimasak.
Tips :
Poffertjes dapat dihidangkan dengan berbagai rasa: Coklat, keju, tanpa isian (cukup ditaburi gula donat) atau yang yang mau asin bisa ditambahkan smoked beef dan keju
Wednesday, November 30, 2011
KBB 26 Panettone
Sejarahnya adalah :
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.
Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak peremepuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.
Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan.
Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik. Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.
Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Source: The Worldwide Gourmet
Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
1 sdt vanilla
Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang. 
PR ini adalah penutup KBB tahun ini... kesimpulannya...masih suka SKS dan mengerjakan disaat-saat akhir... walaupun disalah satu tantangan jadi host..
Dengan bangga logo lulus ini aku pajang dengan harapan next year akan lebih baik lagi. Yuk semangat !

Nah ini hasilnya... menurut aku bikinnya ternyata ga susah. Rotinya enak, lembut, manisnya pas dan wangi butter, like it...
Bisa jadi alternatif buat anak2 yang udah bosen makan cake. Tapi.. ngembangnya masih kurang memuaskan. Kalau lihat foto di internet, harusnya berbentuk seperti mushroom. Sepertinya pas terakhir adonannya harus dibulatkan sempurna dan menguleninya harus lebih kalis...PR ini adalah penutup KBB tahun ini... kesimpulannya...masih suka SKS dan mengerjakan disaat-saat akhir... walaupun disalah satu tantangan jadi host..
Dengan bangga logo lulus ini aku pajang dengan harapan next year akan lebih baik lagi. Yuk semangat !
Saturday, November 05, 2011
Kue Lumpur
Nuha mulai bosen sama cake.. orang rumah juga... Akhirnya setelah latbar NCC jajanan tradisional, sekarang mulai melirik resep2 kue asli Indonesia. Nah salah satunya kue lumpur ini. Resep didapat dari inet udah lama sekali dan lupa sumbernya dari mana. 1 resep ini jadi sekitar 22 kue lumpur karena loyangku pendek dan kecil... Membuat pinggiran yang mulus susah banget karena adonan masih suka lengket diloyang.
Kue Lumpur Keju
Bahan:
150 g Gula pasir
200 g Tepung terigu
500 g kentang, kukus, haluskan
100 g margain, lelehkan
2 btr telur
500 ml susu cair
Isian : kismis (rendam air hangat), keju (potong kotak kecil-kecil), choco chips
Kocok gula dan telur sampai pucat dan mengembang
Tuang susu cair setengah bagian perlahan- lahan
Masukkan kentang sambil dikocok rata (speed 1)
masukkan terigu sedikit- sedikit sambil dituangi sisa susu cair.
masukkan keju parut,aduk, tuang margarin leleh, kocok speed 1
Tuang kedalam cetakan kue lumpur sampai hampir penuh
Subscribe to:
Comments (Atom)



