Thursday, May 29, 2014

Around Skaerbaek, small city in Denmark

Around Skaerbaek, small city in Denmark



Sebelum cerita tentang Skaerbaek, ini sedikit informasi dari Wikipedia

Skærbæk (German: Scherrebek) is a town with a population of 3,062 (1 January 2014)[1] and a former municipality (Danish, kommune) on the coast of Tønder municipality in Region of Southern Denmark on the Jutland peninsula in south Denmark. The former Skærbæk municipality covered an area of 360 square kilometres (140 sq mi) and had a total population of 7,294 (2005).
The municipality included the island of Rømø, the southernmost of Denmark's part of the North Frisian Islands. The island, which lies in the Wadden Sea about 6.5 kilometres (4.0 mi) from the mainland, is a popular beach area in the summer, and is linked to the mainland by a road— Rømøvej— running across a causeway. There is ferry service from the harbour on Rømø to another popular summer island, the German island of Sylt, less than 4 kilometres (2.5 mi) south of Rømø

Skaerbaek ini adalah tempat penginapan sewaktu pertama kalinya ke Denmark. Penginapannya model summer house gitu. Di dalam summer house ini ada dua kamar dan juga disediakan extra bed diloteng. Pas waktu menginap disini ada banyak keluarga dan anak-anak sekolah. Rumahnya ini kecil-kecil tapi semua serba ada, ada dapur dan peralatannya, kursi tamu serta teras dan garasi. Ada kolam renang (dengan pemanas tentunya), gym, lapangan sepak bola, play ground dan juga ruangan meeting.  Unik... Karena ini summer house jadi semua self service. 


Seperti typical kota-kota di Denmark, kita bisa menyusuri jalan, sangat nyaman, ga ada motor atau kaki lima, udara-nya bersih dan tertata rapi, ga macet dan ada jalur pedestrian serta sepeda.


Jangan lupa, a sneak peak to bakery, ga beli sih, cuma lihat etalasenya aja. Normal bakery, ga ada yang serba wah atau hiasan cake yang njelimet, ada cup cake, muffin, roti khas Denmark dan donat. Rotinya orang Denmark ini keras, biasanya dari wheat dan macam-macam type, ada seed-nya, roti sehatlah, untuk makan besar. Bukan seperti roti Indonesia yand dikasih softener dan pemutih untuk camilan.


Walaupun Skaerbaek kota kecil, ada juga musem disini Ga sempat masuk sih, well maybe next time. Pengen tahu juga seperti apa museum di Denmark yang katanya banyak menyimpan sejarah tentang bangsa Viking.
 



Perkotaan dengan toko-tokonya ini ga terlalu panjang dan lama sampai ke ujung jalan, ga seperti Sidoarjo yang rasanya mustahil dinikmati dengan berjalan kaki.


Di kota manapun, sepertinya selalu aja penjual tanaman dan bunga. So romantic....



Yang bikin surprise, ternyata di trotoar pun ada tanaman bunga.. segar dan happy lihatnya kalaau sedang mekar begini.



Sudut kota yang mulai sepi .....

Thursday, April 17, 2014

Around Tonder, small city in Denmark - part 2

Setelah posting tentang kota Ribe, yang merupakan kota tertua di Denmark, part 2 akan membahas tentang Tonder. Patung yang menjadi background foto adalah landmark kota Tonder. 


Batu besar yang ada difoto ini juga adalah land mark kota. Diatas batu ini ada air yg mengalir. Karena hampir semua barang terasa berat dikantong kita (IDR vs. EUR), jadi walaupun tidak shopping, jalan-jalan sekeliling kota pun sudah membuat happy. Apalagi kalau cuacanya cukup nyaman, di summer atau spring.


Di Tonder ini berdiri markas perusahaan tempat saya bekerja. Jadi kalau biasanya masyarakat umum familiar dengan Copenhagen, yang notabene ibukota Denmark, justru saya tavelling ke dareah pedesaannya.
Jalur untuk mobil dan pejalan kaki cukup ketat. Dan memang di pusat kota lebih mengutamakan pejalan kaki. Deretan bangunan berasal dari bangunan kuno seperti yang sering kita banyangkan di dongeng2 atau film.



Jadi udara disini masih sangat bersih, tidah ada kemacetan, sepi dan tidah ada gedung bertingkat.

Diatas jam 5 sore, biasanya hampir tidak ada kendaraan lalu lalang. Jika tidak punya kendaaraan sendiri dengan menyewa, pastikan untuk janjian booking taxi terlebih dahulu. Tidak ada bus kota, mikrolet ataupun ojek di kota ini. 
 



Orang-orang di Denmark terkenal dengan ikatan kekeluargaannya yang kuat, normalnya mereka jarang sekali keluyuran atau makan diluar. Itu sebabnya juga tarif makan dinner atau lunch is so ekspensive. Restoran yang biasanya saya kunjungi di Tonder adalah Victoria. Karena terbatasan pilihan halal food, biasanya saya order salmon. Dan porsi-nya adalah porsi besar. Bagi saya perlu effort untuk menghabiskan hidangan ini.

 
Di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, toko-toko tutup dan begitu juga penginapan atau hotel. Jadi kalau kita sampai disana hari Minggu, biasanya kunci kamar akan dititipkan disuatu tempat dan tidak ada makanan. Atau kita akan diminta untuk pindah ke penginapan yg memang ada khusus service di hari weekend.

Jadi kalau misalnya kita travelling seminggu atau dua minggu, pasti excited....
Tapi kalau lebih dari itu, pasti kangen sama ruwetnya dan ramenya Indonesia

 

Tonder tidak punya airport. Jadi international airport terdekat adalah Hamburg (195 km) atau Billund (138 km). Pengalaman saya selalu menggunakan Hamburg, lagipula ada restoran sushi yang lumayan enak disini.

Jangan bingung lihat foto2 ini, karena terdiri dari 3 kali kunjungan saya kesana. Waktu terberat bagi saya adalah di bulan Desember 2013, dimana Denmark berada di awal musim dingin. Sebenarnya waktu Desember itu belum terlalu dingin, masih berkisar 10 derajat, tapi tetap saja buat saya tidak mudah untuk beradaptasi dengan cuaca. Sewaktu Februari 2014, Denmark di akhir musim dingin dimana suhu sekitar 4 derajat, tapi saya sudah siap dengan mantel tebal dan boot.
Pastikan sekali lagi jangan sampai salah kostum.

Wednesday, April 16, 2014

Roti Kasur NCC - step by step

Roti Kasur NCC - step by step

Karena adek Varo suka sekali sama roti ini, yuk mari kita bikin lagi.
Kali ini supaya panasnya merata, pakai loyang tulban dan sedikit diperlama sewaktu memanggang.
Oh iya, resep ini memakai heavy duty mixer jadi tidak diulenin pakai tangan dan oven tangkring.
Olesannya pun diganti tidak mengikuti resep asli.
Selamat mencoba


Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
3 btr kuning telur
100 gr gula pasir
30 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
5 gr garam
225 ml air
100gr mentega/margarin


Bahan isi:
Coklat messes
Selai strawberry
Keju
Sosis

Bahan polesan, kocok rata dengan garpu:
1 kuning telur, 1 sdm susu cair





Cara membuat:

Dalam wadah, campur tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instant, aduk rata.




Tuangi air dan kuning telur, uleni hingga setengah kalis, tambahkan mentega dan garam, uleni terus hingga kalis dan licin benar.

 


Timbang adonan masing-masing 40 gr, bulatkan. Biarkan mengembang selama lk. 15 menit.




Kempiskan, lalu isi dengan 1 sdm bahan isi, bulatkan kembali dan taruh dalam loyang bulat/kotak, biarkan mengembang 30 menit atau lebih, sampai terasa ringan.


Olesi permukaannya dengan bahan polesan, taburi keju parut, oven hingga matang. Lk. 20 menit dengan suhu 180'C
 

Monday, April 14, 2014

Around Ribe, small city in Denmark

Around Ribe, Denmark - part 1

Postingan ini merupakan catatan perjalanan tahun lalu ke Denmark. Karena kunjungan pertama ke Eropa, rasanya semangat sekali untuk foto-foto dan keliling kota-kota disana.
Perjalanan dari Sidoarjo ke Tonder (kota tujuan di denmark) memakan waktu yang cukup lama, sebenarnya waktu dipesawat hanya 12 jam saja, tetapi ditambah dengan transit beberapa airport dan perbedaan waktu, perjalanan ini bisa memakan waktu seharian.


Rute yang dipilih (berdasarkan tiket dengan Luftansa) sebagai berikut:
Sidoarjo - Jakarta : Garuda
Jakarta - Singapura :  Singapore Airlines
Singapore - Frankurt : Luftansa
Franfurt - Hamburg : Luftansa
Dari Hamburg dilanjutkan dengan jalan darat sekitar 2 jam.
Pertama kali naik pesawat terbesar, mmhhhmm tambah excited...


Jangan lupa sebelum traveling ke Eropa untuk apply visa Schengen (saya melalui kedutaan Denmark). Apply visa ini bisa sekitar sebulan, so plan ahead. Untuk apply, saya mendapatkan invitation sehingga lancar dan bahkan ga perlu wawancara ke kedutaan.

Ngapain aja selama di Eropa? Selain tugas kerja tentunya berusaha untuk bisa keliling kota sekedar cuci mata dan membeli beberapa souvenir. Ouuchhh, nothing cheap there.. jadi pastikan jangan sampai salah kostum karena harga baju bisa merogoh kantong cukup dalam.



Kesan pertama saat landing dan travelling di Eropa, ternyata saya sudah salah perkiraan. Pemikiran saya, Eropa itu mungkin semacam Singapur atau Jakarta, ternyata salah besar. Tempat tujuan saya ternyata adalah salah satu kota kecil di Denmark, tempatnya tidak ramai, tidak macet dan tidak ada gedung bertingkat. Udaranya fresh dan bahkan tidak seruwet Sidoarjo.


Ribe adalah salah satu kota tua di Denmark. Bahkan bisa dibilang ini adalah kota tertua di Denmark. Kota ini juga terkenal cantik dan romantis. Rekomendasi ketika mengunjungi Ribe adalah katedral dan museum Viking.


Untuk saya sendiri, pergi ke Ribe adalah demi untuk dinner di restoran Asia disana. Jauh-jauh ke Eropa, yang dicari tetap cita rasa Asia, yeap.....


Selain dinner, di Ribe itu sangat asyik menyusuri sekeliling kota dan cuci mata di toko-toko sepanjang jalan. Display toko dan barang-barangnya sungguh unik. Suatu hal yg tidak biasa dilakukan dan ada di Indonesia





Sunday, April 13, 2014

Roti Kasur NCC

Hari minggu adalah hari libur, yeayy.
Saatnya mencoba resep baru dan memakai peralatan yg selama ini menjadi koleksi dapur. Kalau selama ini jarang banget bikin rerotian, sepertinya sekarang ini lebih condong ke uji coba resep roti. Alasannya adek Varo ga terlalu suka cake, jadi ya marilah kita mulai praktek roti..

Hasil roti ini sudah cukup lembut dan ga perlu bread improver. Cairannya dikurangi 25ml. Jangan lupa kalau bikin roti sebaiknya cairan jangan dituang sekaligus, jadi nanti tergantung elastic atau enggaknya.

Roti Kasur NCC
(www.ncc-indonesia.com)

Bahan:

500 gr tepung terigu protein tinggi
3 btr kuning telur
100 gr gula pasir
30 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
5 gr garam
250 ml air -> dikurangi jadi 225 ml air
100gr mentega/margarin


Bahan isi:

Coklat messes
Selai strawberry

Bahan polesan, kocok rata dengan garpu:

1btr telur utuh, ½ sdt garam, 1 sdm air.

Cara membuat:


Dalam wadah, campur tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instant, aduk rata. Tuangi air dan kuning telur, uleni hingga setengah kalis, tambahkan mentega dan garam, uleni terus hingga kalis dan licin benar.

Timbang adonan masing-masing 40 gr, bulatkan. Biarkan mengembang selama lk. 15 menit. Kempiskan, lalu isi dengan 1 sdm bahan isi, bulatkan kembali dan taruh dalam loyang bulat/kotak, biarkan mengembang 30 menit atau lebih, sampai terasa ringan.


Olesi permukaannya dengan bahan polesan, taburi keju parut, oven hingga matang. Lk. 15 menit dengan suhu 180'C